Gencarkan Sosialisasi Produk Ramah Lingkungan, Kementerian LHK Bersama YPB dan UNEP Adakan Workshop di Jakarta

14657462_1656914421286397_1191970076882721300_n

STANDARDISASI.menlhk.go.id – Pusat Standardisasi Lingkungan dan Kehutanan (Pustanlinghut), Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), bekerja sama dengan Yayasan Pembangunan Berkelanjutan(YPB), dengan didukung oleh Perserikatan Bangsa-bangsa untuk Program Lingkungan Hidup (UNEP) serta EU-Switch Asia (Policy Support) mengadakan rangkaian Workshop dan Pelatihan terkait dengan Consumer Information Programmer for Sustainable Consumption & Production.

Workshop kali ini dengan tema “Multiple Stakeholders of the Supply Chain within Plastic Sector, dan “Consumer and Retailers” yang bertempat di Akmani Hotel, Senin – Selasa 24 – 25 Oktober 2016.

Acara Workshop tersebut merupakan kegiatan rangkain dari Workshop sebelumnya, yitu:

  1. A Kick off workshop CI-SCP: Label and Guidelines for Consumers Information – 8 August 2016.
  2. Training/Technical Workshop on Ecolabel for Public (Government) – 3 October 2016. And Private Sector – 4 October 2016.
  3. Workshop with multiple Stakeholders of the Supply Chain within the Leading Sector – 24 October 2016.
  4. Consumer and Retailers workshop – 25 October 2016.

Acara ini melibatkan sejumlah perwakilan dari berbagai instansi, antara lain:

  • Lembaga Konsumen
  • LSM, Generasi Muda Penggeraj
  • Pemerintah Pusat, Pemerintah Propinsi/Kab/Kota dan Lembaga Penelitian
  • Bisnis termasuk supplayer dan ritek
  • Asosiasi industri/pengusaha
  • Akademisi
  • Organisasi internasional

Rangkaian kegiatan workshop dengan judul “Program Informasi Konsumen terkait pola konsumsi dan produksi berkelanjutan ini bertujuan agar konsumen mendapatkan informasi yang kredibel dengan adanya ketersediaan, akses dan kualitas informasi itu sendiri. Pemerintah dan dunia usaha termasuk ritel dapat mempersiapkan framework terkait penyediaan informasi bagi konsumen, sehingga,  melalui informasi yang kredibel dan komunikasi yang ditingkatkan dapat menggiring perubahan perilaku konsumen menuju aksi nyata.