Uji Coba Penerapan Standar Pelayanan Masyarakat di Kota Bandung

Pusat Standardisasi Lingkungan dan Kehutanan melakukan uji coba penerapan Standar Pelayanan Masyarakat (SPM) pada Pasar Rakyat di Kota Bandung untuk meningkatkan kualitas lingkungan melalui sosialisasi dan edukasi ke masyarakat di fasilitas publik.

Kamis, 11 Agustus 2016, diadakan acara kegiatan pengembangan skema penerapan dan penilaian kesesuaian pola konsumsi dan produksi berkelanjutan di fasilitas publik terkait uji coba penerapan SPM di Kota Bandung, hasil kegiatan tersebut disampaikan kepada pengelola fasilitas publik dan Pemkot Bandung mengenai pilot penerapan SPM tersebut.

Pusat Standardisasi Lingkungan dan Kehutanan mengadakan rapat koordinasi terkait penerapan SPM di BLH Kota Bandung, di Ruang Rapat BLH Kota Bandung, Jl. Sadang Tengah, Kamis, 6 Oktober 2016. Berikutnya, rapat kembali digelar pada hari Kamis, 13 Oktober 2016, mengenai bimbingan Teknis Penerapan SPM, bertempat di Hotel California Bandung. Rapat itu untuk memantapkan persiapan dengan melakukan koordinasi dan konsultasi bersama mitra mengenai tahapan-tahapan teknisnya.

Pemerintah kota Bandung bersama mitra, PD Pasar, Bandung Clean Action, Greeneration. LSM, komunitas pelajar, pemuda-pemudi yang peduli lingkungan sangat mendukung penerapan SPM ini. “Diusulkan ada tiga fasilitas publik yang akan menjadi tempat uji coba penerpan SPM pada Pasar Rakyat di Kota Bandung, yaitu Pasar Cihapit, Pasar Kosambi, dan Pasar Sadang Serang. Ketiga pasar tersebut disepakati untuk menjadi laboratorium penerapan SPM mewakili puluhan pasar yang ada di kota Bandung,” kata Kepala BLH Kota Bandung.

Penerapan standar pelayanan masyarakat di fasilitas publik adalah implementasi dari Sustainable Consumption and Production yang terdapat pada butir 12 SDG’s. Pilot SPM di fasilitas publik yang di uji cobakan di Kota Bandung ini diharapkan nantinya bisa merubah pola konsumsi dan produksi yang berkelanjutan melalui perilaku masyarakat yang ramah lingkungan.

Penilaian Kesesuaian Penerapan SPM di Fasilitas Publik

Tim dari Pusat Standardisasi Lingkungan dan Kehutanan, Kamis, 20 Oktober 2016, melakukan uji coba penilaian kesesuaian di Bandung. Penilaian kesesuaian tersebut dilakukan pada tiga pasar rakyat, yaitu: Pasar Cihapit, Pasar Kosambi, dan Pasar Sadang Serang dengan melakukan penilaian langsung ke tiga pasar tersebut.

Uji coba penerapan Standar Pelayanan Masyarakat dilakukan di Kota Bandung dengan paket penerapan Pasar Bersih. Pasar Kosambi dan Pasar Sadang Serang dinilai oleh pihak kedua, yaitu Bandung Clean Action dan Greeneration. Sedangkan Pasar Cihapit dinilai oleh pihak pertama yaitu PD Pasar. Penilaian dimulai sejak jam 08.00 WIB hingga 16.00 WIB.

Berikutnya, Kamis, 27 Oktober 2016, digelar rapat hasil penilaian kesesuaian SPM pada Pasar Rakyat, untuk mengevaluasi hasil penilaian kesesuaian yang telah dilakukan. Pasar Sadang Serang 57% sesuai, Pasar Kosambi 50% sesuai, dan Pasar Cihapit 79% sesuai.

Kriteria SPM yang akan Diterapkan di Fasilitas Publik

Standar Pelayanan Masyarakat (SPM) pada fasilitas publik merupakan salah satu cara penerapan Sustainable Consumption and Production yang terdapat pada butir 12 SDG’s. Rencananya akan dibuat SPM untuk 11 fasilitas publik. Sekarang terdapat SPM pada 3 fasilitas publik yang telah dibuat, salah satunya adalah SPM Pasar Rakyat.

Kriteria SPM di pasar rakyat yaitu pemanfaatan sumberdaya alam secara efisien, misalnya konservasi air, terdiri dari air baku, air limbah, toilet, wastafel, sumur resapan, efisiensi energi, efisiensi bahan makanan, efisiensi bahan baku / produk.

Pengelolaan sampah seperti pengurangan timbulan sampah, terdiri dari pewadahan sampah, pemilahan sampah, pengumpulan sampah, pengurangan foodwaste / food loss, bank sampah, pengangkutan sampah.

Mengedukasi masyarakat dengan memberikan informasi tentang kesadaran dan gaya hidup, terkait dengan reduce, reuse, dan recycle, juga ruang terbuka hijau. Uji coba penerapan SPM merupakan sebuah proses terjadinya perubahan perilaku di fasilitas publik sehingga bisa menjadikan pasar rakyat, atau pasar tradisional bersih, nyaman dan makin banyak dikunjung oleh masyarakat.

 

Sumber : https://rosiyantoblog.wordpress.com/2017/01/17/uji-coba-penerapan-standar-pelayanan-masyarakat-di-kota-bandung/