JASA KLINING

Jasa Klining Servis Ramah Lingkungan

Meningkatnya kesadaran produsen dan konsumen dalam memproduksi dan mengkonsumsi produk yang mempertimbangkan aspek Lingkungan, mendorong inisiatif berbagai pihak untuk menerapkan ekolabel tipe 2: klaim lingkungan swadeklarasi pada produk yang dihasilkan dan dikonsumsi. Untuk mengakomodir inisiatif dari praktisi penyedia jasa klining maka Pusat Standardisasi Lingkungan dan Kehutanan KLHK menyusun Pedoman Pelaksanaan Verifikasi Klaim Jasa Klining Ramah Lingkungan sebagai acuan dalam melakukan klaim ekolabel swadeklarasi.

Pedoman ini diperuntukkan bagi: 1) Lembaga/perusahaan penyedia jasa klining yang akan melakukan klaim lingkungan swadeklarasi; 2) Lembaga Verifikasi Ekolabel yang akan melakukan verifikasi klaim aspek lingkungan; dan 3) Stakeholder dan pengguna jasa untuk mengetahui kriteria jasa klining ramah lingkungan. Rujukan yang digunakan dalam penyusunan pedoman ini adalah SNI ISO 14021: 2017 Label lingkungan dan deklarasi – Klaim lingkungan swadeklarasi (pelabelan lingkungan tipe II).

Kriteria Jasa Klining ramah lingkungan merupakan pengembangan dari praktek jasa klining yang telah dilakukan oleh para anggota Asosiasi Perusahaan Klining Servis Indonesia (APKLINDO). Kementerian LHK menjemput praktek tersebut dan mengajak untuk lebih maju melalui pemanfaatan instrumen standardisasi produk (barang dan jasa) ramah lingkungan. Kriteria ini merupakan kriteria minimal yang dimaksudkan untuk dapat dimanfaatkan oleh seluruh anggota APKLINDO, dalam rangka meningkatkan kinerja pelaksanaan jasa yang lebih baik dan bertanggungjawab.

Pelaksanaan Jasa Klining Ramah Lingkungan sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB) yang telah menjadi agenda nasional dan global, khususnya TPB 12, yaitu Produksi dan Konsumsi Berkelanjutan (Sustainable Consumption and Production/SCP). TPB 12 tidak dimaksudkan untuk menghambat industri dan kemajuan ekonomi maupun mengganggu kenyamanan masyarakat, tetapi untuk meningkatkan kesejahteraan dan kualitas kehidupan masyarakat yang dikuatkan dengan peningkatan produktivitas, proses/teknologi baru, inovasi produk/jasa dan praktek berkelanjutan lainnya.