PT. NARA BINA LINGKUNGAN (NARA BEPRO)

PT. Nara Bina Lingkungan (Nara Bepro)

PT. Nara Bina Lingkungan (Nara Bepro) berlokasi di Pondok Dukuh Indah 2. Nomor A1 Jalan Penggilingan Baru, Dukuh, Kramat Jati, Jakarta Timur. Nara Bepro berdiri pada tahun 2018 dari perkembangan usaha sebuah yayasan bernama Yayasan Nara Kreatif. Awalnya, Nara Kreatif berdiri pada tahun 2012 yang merupakan kewirausahaan sosial memiliki tujuan mengurangi angka putus sekolah dengan membuka akses sekolah kesetaraan (kejar paket) melalui bisnis pengelolaan sampah secara bertanggungjawab. Pada 5 tahun awal, Nara Kreatif bergerak di bidang daur ulang sampah kertas menjadi produk kreatif. Karena kebutuhan pengelolaan sampah semakin berkembang khususnya di ranah perkantoran, maka Nara Kreatif mendirikan perusahaan berbasis PT (Perseroan Terbatas) sebagai lini bisnis utama pengelolaan sampah secara bertanggungjawab dengan nama PT. Nara Bina Lingkungan (Nara Bepro). Nara Bepro merupakan perusahaan yang bergerak dibidang sistem pengelolaan sampah dengan mengimplementasikan nilai-nilai Sustainable Development Goals (SDG’s) dan tujuan Corporate Social Responsibility (CSR). Nara Bepro bergerak pada bidang bisnis pengelolaan sampah perkantoran (office waste management), Vendor CSR, Green Event Organizer, Konsultan Lingkungan, dan Produsen produk daur ulang. Kekuatan bisnis pengelolaan sampah yang diinisiasi oleh Nara Bepro terletak pada proses pemberdayaan (empowerement) sebagai dasar dan pengelolaan sampah khususnya perkantoran.

Sistematika Pengelolaan Sampah oleh Nara Bepro:
1. Sampah diangkut dari Instansi/Perusahaan ke TPS Nara Bepro dengan waktu pengangkutan sesuai kesepakatan dengan instansi terkait.
2. Setelah diangkut, sampah dipilah oleh tim Nara Bepro sesuai dengan jenis sampah yang dapat dikelola.
(a). Sampah Kertas dioleh menjadi kertas daur ulang dan menjadi produk kreatif yang dilakukan oleh pemuda/i produktif dari keluarga prasejahtera yang telah diberikan bimbingan oleh Nara.
(b). Sampah Plastik Kresek (Single-use) dikelola melalui proses upcycling plastik yang dilakukan oleh ibu-ibu prasejahtera di Desa Cigudeg, Bogor untuk menjadi produk kreatif seperti totebag dan pouch sebagai bentuk pemberdayaan masyarakat.
(c). Sampah Non-organik (selain kertas dan plastik kresek) akan dikelola melalui Bank Sampah Nara yang kemudian disalurkan kepada UMKM yang sesuai dengan jenis sampah yang dikelola masing-masing UMKM.
Nara Kreatif dan Nara Bepro berada di satu payung kepemimpinan dan kurang lebih memiliki sekitar 15 orang yang dibagi kedalam divisi bisnis dan divisi sosial. Nara Bepro tidak memiliki kantor cabang di lokasi lain.

Nama kegiatan : Waste Management Program

Target SDGs : 12.5 kurangi timbulan sampah

Narahubung: Retno Wandini (087784637169) / wandiniretno974@gmail.com, Instagram: wandiniretno, Alamat: Beji – Depok

Dimulai tanggal : 31/01/2013

Penjelasan kegiatan :
Pada dasarnya, Nara Bepro melakukan kegiatan pengeloaan sampah perkantoran berbasis 3R (Reduce-Reuse-Recycle). Dalam pengelolaan ini, Nara Bepro menjadi katalisator dalam mendistribusikan sampah perusahaan kepada UMKM yang dapat mengolah sampahnya sesuai dengan spesifikasi jenis sampah yang bisa dikelola. Pengelolaan sampah perkantoran yang di inisiasi oleh Nara Bepro dilakukan melalui dua cara yaitu direct action (aksi langsung) dan indirect action (aksi tidak langsung). Direct action merupakan pengelolaan sampah perkantoran berupa pengangkutan sampah ke perusahaan, penimbangan sampah, pemilahan sampah di TPS Nara Bepro yang dilakukan secara berkala setiap minggu nya.

Sistematika Pengelolaan Sampah oleh Nara Bepro:
1. Sampah diangkut dari Instansi/Perusahaan ke TPS Nara Bepro dengan waktu pengangkutan sesuai kesepakatan dengan instansi terkait.
2. Setelah diangkut, sampah dipilah oleh tim Nara Bepro sesuai dengan jenis sampah yang dapat dikelola.
(a). Sampah Kertas dioleh menjadi kertas daur ulang dan menjadi produk kreatif yang dilakukan oleh pemuda/i produktif dari keluarga prasejahtera yang telah diberikan bimbingan oleh Nara.
(b). Sampah Plastik Kresek (Single-use) dikelola melalui proses upcycling plastik yang dilakukan oleh ibu-ibu prasejahtera di Desa Cigudeg, Bogor untuk menjadi produk kreatif seperti totebag dan pouch sebagai bentuk pemberdayaan masyarakat.
(c). Sampah Non-organik (selain kertas dan plastik kresek) akan dikelola melalui Bank Sampah Nara yang kemudian disalurkan kepada UMKM yang sesuai dengan jenis sampah yang dikelola masing-masing UMKM.
Sedangkan Indirect action merupakan upaya pengelolaan sampah yang dilakukan secara tidak langsung, artinya pengelolaan sampah difokuskan pada upaya mengurangi sampah dari sumber dengan cara membuat kampanye pengurangan sampah melalui berbagai media seperti poster, stiker, video untuk meningkatkan awareness karyawan perusahaan terkait pengurangan sampah. Upaya peningkatan kepekaan terhadap lingkungan juga dilakukan melalui edukasi kepada karyawan dan operator gedung terkait pemilahan sampah dia area perkantoran. Kegiatan ini dikemas dalam bentuk talkshow dan sosialisasi pemilahan sampah dengan mendatangkan expert di bidang lingkungan untuk menyampaikan urgensi pengurangan sampah perkantoran. Kegiatan peningkatan awareness ini merupakan inisiasi dari Nara Bepro dalam usaha mencapai target SDG’s Nomor 12 poin 5 yaitu pengurangan timbulan sampah.

Replikasi oleh Komunitas Lain:
Nara Bepro saat ini berfokus pada pengelolaan sampah perkantoran yang pengelolaan nya juga dilakukan oleh komunitas masyarakat sebagai aktor pengelola sampah menjadi produk yang lebih bernilai. Replikasi oleh komunitas lain dalam hal ini dapat dilakukan dengan mengembangkan bank sampah dan program kreasi pengolahan sampah. Kegiatan ini dapat dilakukan melalui kemitraan bersama berbagai instansi dan lembaga untuk tujuan pengurangan timbulan sampah. Sistem dapat dibuat sesuai dengan komunitas terkait secara sederhana dan mudah di aplikasikan. Pengembangan bank sampah dapat dimulai dengan menyusun personil tim bank sampah dan berkoordinasi dengan kelurahan terdekat jika diperlukan pengawasan dari pemerintah setempat.

Target kegiatan :
Target kegiatan ini adalah semakin banyak menyebar luaskan aksi peduli lingkungan melalui edukasi dalam rangka meningkatkan awareness publik terkait pengelolaan sampah khususnya pemilahan sampah dari sumber. Selain itu Nara Bepro memiliki target dimana komunitas masyarakat adalah aktor utama dalam pengelolaan sampah secara bertannggungjawab dari hulu hingga hilir untuk mencapai zero landfill. Dalam hal ini yang dikedepankan adalah circular economy, sehingga sampah yang dikelola sedemikian rupa dan di pergunakan kembali.

Jangkauan penerima :
Penerima manfaat dari kegiatan ini adalah komunitas sesuai dengan jenis sampah yang dikelola dimana pengelolaan sampah ini dilakukan berdasarkan prinsip pemberdayaan masyarakat. Sampah plastik kresek dikelola oleh ibu-ibu rumah tangga prasejahtera sehingga membantu mereka memiliki pendapatan tambahan bagi rumah tangga. Sampah kertas akan dikelola oleh remaja produktif prasejahtera yang dilatih untuk dapat mendaur ulang menjadi produk kreatif. Sampah anorganik lainnya dikelola oleh Bank Sampah yang kemudian juga dikembangkan di berbagai wilayah Kecamatan Kramatjati.

Link foto kegiatan :
https://drive.google.com/file/d/1Dh83wPbwj27jH8wOnpbnWZEx1T-t3LM8/view?usp=sharing