SUSTAINABLE EVENT MANAGEMENT

Sustainable Event Management

Sampah yang berserakan dan menumpuk setelah sebuah event terselenggara merupakan hal yang kerap muncul. Tragisnya jumlah sampah dan limbah yang dihasilkan oleh event tersebut tidak pernah menjadi indikator kesuksesan sebuah event. Gerakan seperti zero waste event telah lama bergulir namun respon dan kesadaran organisasi penyelenggara event untuk menghelat sebuah event yang sadar dan ramah lingkungan masih sangat rendah.

Pada tahun 2018 tercatat sebanyak 3000 event/festival di Indonesia. Venue event/festival tersebut bisa sangat beragam, salah satunya dilaksanakan di kawasan hutan yang elok dan indah pemandangan alamnya. Hasil identifikasi Pusat Standardisasi Lingkungan dan Kehutanan pada Tahun 2018 menunjukkan sekurangnya terdapat 44 (empat puluh empat) event/festival berskala nasional dan internasional telah diselenggarakan secara reguler maupun tidak reguler di dalam kawasan hutan beberapa tahun terakhir seperti kegiatan Yadnya Kasadha dan Bromo Exotica di dalam TN Bromo Tengger Semeru, dan International Tour de Banyuwangi Ijen di TWA Kawah Ijen. ternyata juga menarik banyak pihak dan pengelola kawasan untuk menjadikannya sebagai venue sebuah event/festival yang mendatangkan banyak orang.

Dukungan perlu diberikan untuk penyelenggaraan event/festival di Indonesia agar tetap menjaga kelestarian alam dan ramah lingkungan, terutama di lokasi yang memiliki daya dukung terbatas. Sebagai informasi, event Yadnya Kasadha dan Bromo Exotica dihadiri kurang lebih 30 ribu orang wisatawan, dan kolaborasi bersih sampah di kawasan wisata TN Bromo Tengger Semeru pasca event berhasil mengangkut sampah berbagai jenis lebih kurang 4.000 kg.

Sebagai bentuk yang nyata dari revolusi mental yang diusung oleh Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo, maka sudah sepatutnya organisasi penyelenggara event dengan didukung pihak terkait berkomitmen untuk melakukan perubahan dengan menyelenggarakan event yang berkelanjutan dan berdasar pada prinsip-prinsip yang ramah lingkungan. Sebagai bentuk dukungan terhadap penyelenggaraan event yang berkelanjutan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) memfasilitasi pengadopsian ISO 20121:2012 menjadi SNI ISO 20121:2017 tentang Sistem Manajemen Event Berkelanjutan – Persyaratan dengan Panduan Penggunaan dan Standar X #goodevent tentang praktek pendampingan event berkelanjutan yang diusung oleh komunitas Cleanaction Network.

Berita yang terkait dengan Sustainable Event Management dapat dilihat pada link dibawah ini :

  1. Bersepeda di Jantung Borneo II Jadi Pionir Pelaksanaan Standar X #GoodEvent di Indonesia (Sumber : pontianak.tribunnews.com)
  2. KLHK dan Kemenpar Dorong Standarisasi “Event” yang Ramah Lingkungan (Sumber : kompas.com)
  3. Bersepeda di Jantung Borneo, Tanabentarum Raih Standar X #GoodEvent (Sumber : channeltujuh.com)
  4. Pariwisata Harus Ramah Lingkungan (Sumber : traveling.bisnis.com)

=======================================================

A. SNI ISO 20121:2017

SNI ISO 20121:2017 merupakan standar lengkap dalam pelaksanaan event berkelanjutan yang telah diakui dunia internasional. SNI ISO 20121:2017 berisi framework lengkap untuk organisasi penyelenggara event mengelola event dengan mempertimbangkan prinsip keberlanjutan dan memperhatikan aspek lingkungan, sosial dan ekonomi dengan pendekatan risiko dan peluang.

Standar Nasional Indonesia (SNI) ISO 20121:2017 dengan judul Sistem Manajemen Event Berkelanjutan – Persyaratan dengan Panduan Penggunaan, merupakan adopsi identik dari ISO 20121:2012, Event sustainability management systems — Requirements with guidance for use, dengan metode adopsi republikasi-reprint. Adopsi standar ini telah dibahas dan disepakati dalam rapat konsensus Komite Teknis 13-07 Manajemen Lingkungan di Jakarta, pada tanggal 17 April 2017.

SNI ISO 20121:2017 memberikan kerangka untuk mengenali adanya kemungkinan dampak negatif dari berbagai acara, baik secara sosial, ekonomi, maupun terhadap lingkungan, yaitu dengan menghapus atau mengurangi acara-acara tersebut, serta meningkatkan dampak positif melalui peningkatan perencanaan dan proses. SNI ISO 20121:2017 menjelaskan kerangka sistem manajemen yang akan membantu setiap acara yang berkaitan dengan organisasi untuk:

1. Menguntungkan dari segi finansial;
2. Memberi efek sosial yang positif pada masyarakat;
3. Mengurangi adanya efek negatif acara pada lingkungan sekitar (sampah pra acara, penggunaan material yang merusak, dsb).

Ketika sebuah organisasi merencanakan bagaimana mencapai sertifikasi SNI ISO 20121:2017, maka organisasi harus menetapkan tujuan sebagai berikut:

a. menetapkan, menerapkan, memelihara dan meningkatkan sistem manajemen keberlanjutan acara;
b. memastikan bahwa itu adalah sesuai dengan kebijakan pembangunan berkelanjutan yangditetapkan;
c. menunjukkan kesesuaian sukarela dengan standar ini oleh penyelenggara, dan pihak kedua memiliki kepentingan dalam organisasi.

Event-event Internasional yang telah bersertifikasi berdasarkan ISO 20121:2012 antara lain: Olympic Games 2012 di London-Inggris; Eurovision Song Contest 2013 di Malmo-Swedia; Balelec Music Festival 2015 di Lausanne-Swiss, dll. Selain itu Panitia Penyelenggaran COP 23 Bonn Climate Change Conference telah berkomitmen menyelenggarakan konferensi dengan menerapkan ISO 20121:2012.

Materi Dukungan Standardisasi Menuju Event Berkelanjutan dapat di unduh pada gambar dibawah ini:

SNI ISO 20121-2017 Sustainable event-2_page-0001

Berita yang terkait dengan SNI ISO 20121:2017 dapat dilihat pada link dibawah ini :

  1. KLHK Luncurkan Standar Kegiatan Ramah Lingkungan (Sumber : inilah.com)

 

B. Standar X #Goodevent

Standar X #Goodevent merupakan standar event berkelanjutan yang komunikatif, practicable, dan mengacu ke SNI ISO 20121:2017 tentang Sistem Manajemen Event Berkelanjutan – Persyaratan dengan Panduan Penggunaan. Standar X #Goodevent memastikan penyelenggara acara bertanggung jawab meminimalisir potensi kerusakan lingkungan dan berorientasi pada keberlanjutan dengan 3 prinsip dasar, 6 kriteria, dan 11 indikator. Terdapat 3 (tiga) parameter dalam Standar X #Goodevent yang membedakan tingkat kualitas kelas penerapan per masing-masing indikator standar, yaitu 1) parameter basic, 2) parameter intermediate, dan 3) parameter advance. Pilihan parameter yang akan digunakan oleh penyelenggara acara pada event yang diselenggarakan menggambarkan komitmen masing-masing penyelenggara acara terhadap upaya ramah lingkungan dan berkelanjutan pada event tersebut.

Ketiga prinsip dasar Standar X #Goodevent yaitu (1) meminimalisasi potensi sampah dengan mendukung sirkular ekonomi, (2) pengaturan mobilitas/transportasi untuk kelancaran lalu lintas dan (3) kabarkan kebaikan yang inspiratif untuk memotivasi hadirnya kebaikan-kebaikan baru di berbagai tempat lainnya untuk kelestarian alam dan lingkungan. Keenam kriteria Standar X #Goodevent yaitu (1.1) timbulan sampah ke tpa, (1.2) perubahan perilaku, (2.1) tidak terjadi kemacetan, (2.2) tidak terjadi parkir di luar area yang ditetapkan, (3.1) menyampaikan pesan tentang prinsip 1 dan prinsip 2 yang mendukung konten acara, dan (3.2) terbentuknya citra penyelenggara acara yang berpihak pada lingkungan.

Standar X #Goodevent telah digunakan oleh beberapa event/festival di Indonesia seperti Event Cross Country Eco Cycling Bersepeda di Jantung Borneo II – Festival Danau Sentarum 2018 yang diselenggarakan oleh Balai Besar Taman Nasional Betung Kerihun Danau Sentarum pada tanggal 28 Oktober 2018, festival Bandung Seribu Sepeda yang diselenggarakan oleh Pemerintah Daerah Kota Bandung pada tanggal 16 September 2018.

Materi Skema Standar x #goodevent dapat di unduh pada gambar dibawah ini:

Skema Standar x #goodevent_page-0001