ZERO WASTE TO LANDFILL

Standard X: Zero Waste to Landfill

Standar X Zero Waste to Landfill (ZWTL) disusun oleh Waste4Change dalam skema Standar X yang diinisiasi oleh Pusat Standardisasi Lingkungan dan Kehutanan KLHK sebagai informasi dari praktik selama ini dalam menerapkan Zero Waste to Landfill. Panduan ini dapat menjadi referensi dan standar bagi para pihak untuk melaksanakan pengurangan dan penanganan sampah domestik yang bertanggung jawab dan terintegrasi dimulai dari sumber, hingga tidak ada sampah akhir yang dibuang ke lahan urug / Tempat Pembuangan Akhir (TPA).

Panduan pengolahan sampah domestik dengan menerapkan konsep Zero Waste to Landfill memiliki tiga prinsip utama, yakni :

1. Partisipasi penting dimulai dari sumber (hulu)
2. Integrasi alur pengelolaan sampah yang didukung dengan pemantauan dan pelaporan
3. 100% sampah terpilah dan tidak berakhir ke TPA

Standar kriteria dalam menerapkan Zero Waste to Landfill untuk pengelolaan sampah domestik terbagi ke dalam 5 tahapan, dengan indikator dan verifikator yang perlu untuk dipenuhi. Tahapan tersebut yakni :

A. Pengurangan sampah
– Melakukan pembatasan timbulan sampah, pendauran ulang sampah; dan/atau pemanfaatan kembali sampah.

B. Pemilahan sampah di sumber
– Menyediakan sarana pemilahan dan pewadahan sampah.

C. Pengumpulan sampah secara terpilah
– Melakukan pengumpulan sampah terpilah. Dalam pengumpulan, tidak boleh mencapur kembali sampah yang telah dilakukan pemilahan dan pewadahan.

D. Pengangkutan sampah secara terpilah
– Dalam pengangkutan sampah dari TPS/TPS 3R ke TPA/TPST, sampah tidak boleh dicampur kembali setelah pemilahan dan pewadahan.

E. Pengolahan dan pemrosesan akhir sampah secara bertanggung-jawab
– Jumlah sampah yang terolah adalah 100%, dan tidak ada yang terakhir ke TPA (Tempat Pembuangan Akhir). Pengolahan dapat dilakukan secara mandiri ataupun pihak ketiga.
– Kegiatan pengolahan sampah meliputi:
i. Sampah organik; dengan pengomposan ataupun biogas;
ii. Sampah an-organik bernilai; dengan daur ulang materi;
iii. Sampah residu; dengan RDF ataupu pengolahan menjadi sumber energi.

Standar ini dapat digunakan sebagai pedoman untuk:
a. Sumber penghasil sampah (Pengelola perkantoran, restoran, mall, kawasan industri, dan kawasan pemukiman);
b. Mitra yang menangani sampah.